Menteri Perhubungan Budi Karya: Terjadi Penurunan Selama Libur Natal dan Tahun Baru
(Menteri Perhubungan Budi Karya)
JAKARTA-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan terjadi penurunan arus
perjalanan yang signifikan selama libur Natal dan tahun Baru. Meski begitu dia
mengaku senang dengan penurunan tersebut.
Budi Karya mengatakan
penurunan tersebut bukan sebuah penurunan prestasi, namun justru penurunan itu
sengaja diharapkan. Artinya, masyarakat mau membatasi perjalanannya di tengah
pandemi Corona demi meminimalisir penyebaran virus.
"Memang telah
terjadi penurunan, tapi secara sistematis memang kita kehendaki. Penurunan ini
bukan suatu prestasi menurun bagi kita, justru saya apresiasi. Artinya,
masyarakat juga mengerti untuk membatasi perjalanan," ujar Budi Karya,
dalam penutupan Posko Nataru 2020, Selasa (5/1/2021).
Dia mengungkapkan sejak awal libur Natal dan
Tahun Baru memang pemerintah telah menyampaikan kepada masyarakat untuk
tetap di rumah, meskipun tak ada larangan tegas untuk perjalanan ke luar kota.
"Di
satu sisi kita kan nggak melarang pulang kampung, wisata, dan sebagainya, tapi
secara bijak kita sampaikan tinggal di rumah lebih baik. Semua itu karena kita
mau laksanakan arahan Presiden kita kawal ketat protokol kesehatan," kata
Budi Karya.
Adapun
dari data yang dikumpulkan dari semua sektor transportasi arus perjalanan
penumpangnya turun 40% lebih. Di sektor darat saja arus perjalanan turun 58%
dari tahun lalu.
"Dari
data yang kami peroleh di sektor ini di darat itu penurunan 58%, yaitu dari 13
juta jadi 5,6 juta," papar Budi Karya.
Kemudian di sektor penyeberangan arus
perjalanan turun 47% dari 3 juta penumpang menjadi 1,5 juta saja. Di sektor
udara turun 42% dari 3,6 juta penumpang menjadi 2 juta penumpang.
Kemudian,
di sektor angkutan laut arus perjalanan turun 62% dari 1,3 juta penumpang
menjadi hanya 500 ribu penumpang. Paling banyak penurunan terjadi di sektor
kereta api, arus perjalanan turun 83%.
"Di
angkutan kereta api turun 83%, rupanya paling banyak turun ini kereta api, dari
3,4 juta jadi 565 ribu," kata Budi Karya.(sumber:detik.com)